Sinopsis Film Touching The Void tahun 2003


Halo sobat pendaki nah saya akan menjelaskan sedikit film yang sudah saya cantumkan ke dalam rekomendasi film tentang pendakian gunung nih. 

Dan di sini saya akan membahas tentang film Touching The Void

Touching the Void menceritakan dua pendaki, Simon Yates dan Joe Simpson yang telah berhasil mencapai Siula Grande, salah satu puncak tertinggi Pegunungan Andes, Peru. Mereka harus membuat sebuah pilihan sulit ketika turun gunung.

Joe tergelincir ketika mencari jalan, memilah-milah dinding es kokoh untuk berpijak. Kaki kanannya patah, tidak bisa bergerak, ia merintih kesakitan. “Aku baik-baik saja,” akunya kepada Simon Yates, teman sependakiannya. Namun, dari teriakannya, Simon tahu bahwa keadaan Joe tak mungkin baik saja.

Badai tiada henti dan persediaan makanan yang menipis mempersulit keadaan. Tidak ada pilihan bagi Simon selain harus memotong tali penghubungnya dengan Joe agar dia tetap hidup. Apakah sikap Simon, yang tega meninggalkan temannya, bisa dikatakan lebih dari sampah–seperti kata Obito dalam serial Naruto?

Saya rasa iya. Tetapi memotong tali adalah pilihan paling tepat. Jika Simon tidak memotong talinya, justru itu akan membahayakan mereka. Besar kemungkinan mereka bakal meregang nyawa. Sangat musykil rasanya, dengan posisi masih di ketinggian 2000 mdpl, Simon harus membawa Joe turun ke perkemahan dengan selamat.

Meski kawakan, para pendaki itu tetap harus memilih antara hidup dan mati. Sebenarnya tidak ada pendaki yang ingin tinggal di gunung es selamanya atau mati di atas sana. Tujuan mereka memanglah puncak, tetapi tujuan akhir tetaplah pulang dengan selamat. Sebenarnya mereka telah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk, tapi tidak untuk sebuah kematian.

Sebenarnya mereka telah mempersiapkan segalanya untuk pendakian tersebut. Dari fisik yang tidak diragukan, logistik yang mencukupi, dan pemahaman medan yang telah dipelajari sampai matang. Ditambah lagi mereka pendaki berpengalaman, yang sudah malang melintang di berbagai puncak tertinggi di dunia.

Tetapi manusia tetaplah manusia, kecil di tengah-tengah gagahnya pegunungan dan harus bertarung dengan ganasnya alam liar. Tentu sekuat apa pun manusia, alam tidak akan pernah bisa ditandingi.

Peristiwa seperti ini mungkin adalah momen tersulit dari sebuah pendakian, walaupun mereka adalah pendaki profesional. Sebelum menaklukkan Siula Grande, Simon telah mendaki beberapa pegunungan paling terpencil dan jarang dijelajahi di dunia. Membuat sebelas kunjungan ke Karakoram, Pakistan; mendaki banyak puncak termasuk pendakian pertama Leyla Peak (6300m) dan Nemeka (6400m) di Hushe.

Dia berhasil dengan tim yang membuat pendakian Inggris pertama di Khan Tengri (6995m) di Kazakhstan, dan selama beberapa waktu berkonsentrasi pada pendakian tembok besar di Baffin Island dan Patagonia–pencapaiannya yang paling menonjol adalah rute baru di Menara Paine Tengah di Chili.

Tidak kalah dengan Simon, Joe juga pendaki yang sudah banyak berkelana ke bebarapa puncak-puncak tertinggi di dunia. Tetapi Joe bukan sekadar pendaki, ia juga penulis luar biasa. Ia banyak mengisahkan pendakiannya dalam buku-bukunya. Seperti film ini yang diadopsi dari bukunya yang berjudul sama.

Selain Touching the Void, Joe juga menulis Dark Shadows Falling yang menceritakan perjalanannya ke Everest dan menemukan banyak mayat pendaki. Selain itu ada The Beckoning Silence, tentang perjalanan mengerikan di dinding utara gunung Eiger, dan masih banyak lagi.

Komentar

Postingan Populer