Pengalaman Mendaki Gunung Gede Pangrango
Hai sobat Pendaki balik lagi nih kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya mendaki gunung Gede Pangrango
Dimulai dari candaan atau obrolan biasa bersama teman-teman di parkiran kampus tiba-tiba ada suatu percakapan Di mana mereka rindu akan ketinggian. dan kita mulai bernostalgia dari pengalaman kita yang pernah mendaki gunung Lawu, tanpa basa-basi saya langsung memulai percakapan untuk mengajak teman-teman saya mendaki gunung lagi. tak disangka semua teman saya pun langsung meng iya kan ajakan saya dan kita juga langsung merencanakan kapan untuk berangkat.
keesokan harinya kita berkumpul di satu tempat untuk membicarakan tentang pendakian Gunung Gede Pangrango ini Dan tanpa basa-basi pun kami langsung mengecek harga simaksi yang tertera di Gunung Gede Pangrango. awalnya sih kami sudah daftar karena kan simaksi mendaki gunung Lawu itukan online Jadi kami mendaftar lewat website Gunung Gede Pangrango. tetapi tidak kami sangka bahwa aturan yang berada di Gunung Gede Pangrango sangat banyak, dan ada satu teman kami pun mempunyai saran untuk menggunakan calo. sebenarnya cara ini tidak dianjurkan ya teman-teman, tapi mau gimana lagi sebagian dari teman kami pun banyak yang tidak kedapatan tiket karena simaksi online situ sudah mulai penuh.
rencananya kami mendaki melewati jalur Cibodas tapi kali ini ini kita cancel karena simaksi yang berada dari Cibodas itu penuh jadi mau nggak mau kita memakai calo deh dan juga dengan kita memakai calo jalur yang kita lewati itu bukan Cibodas tapi Gunung Putri. wah wah benar-benar jalur untuk pemula ya hihihi, harga calok di sana lumayan mahal hal yang biasanya simaksi online harganya Rp35.000 ketika kita memakai calo bisa sampai 70 atau Rp80.000. tetapi benar-benar tidak dicek sama sekali pas kita ingin anjak dan sampai di basecamp banyak orang yang di cek barang bawaannya satu persatu dan tidak untuk kelompok kami.
belajar dari pengalaman yang ada sebelum kita berangkat pastinya kita sudah memiliki ketersediaan makanan yang cukup Akhirnya saya dan teman saya pun memesan nasi dengan lauk telor dan ayam yang harganya hanya Rp10.000. untuk berjaga-jaga dari rasa lapar ataupun mager mager masa maksudnya hihihi.
ketika sudah rapih semua kita langsung berdoa dan tanpa basa-basi langsung memulai perjalanan kita. sebelumnya yang belum tahu Gunung Gede Pangrango kalian bisa searching jalur Gunung Putri dan kalian bisa lihat sendiri jalur yang kita lewati itu seperti apa. hanya terpapar tanah dan juga ranting pohon sangat sulit untuk dilewati jika kalian takut kotor.
ketika kita berangkat dari basecamp sampai ke pos 1 itu terbentang luas kebun kebun milik petani sana macam-macam sayuran undisan itu lengkap mulai dari bawang wortel tomat dan juga buah-buahan Karena di kaki gunung Gede Pangrango memiliki tanah yang sangat subur. lalu dari basecamp sampai ke pos 1 itu itu kita diberikan bonus jalan landai yang benar-benar mengasyikkan sekali seperti halnya kita bermain di kampung halaman terlihat jelas banyaknya kebun dan juga pepohonan. dan Dipo satupun sudah ada mata air.
tanpa berlama-lama kita dari pos 1 kita langsung saja bablas ke pos 2 dan juga Pos 3. Mengapa kita sangat terburu-buru karena na Ya kita belajar dari pengalaman tidak boleh membuang-buang waktu selagi kita masih semangat jalan terus pantang mundur. karena di setiap posnya itu tu kita tidak memiliki tempat sama sekali untuk beristirahat karena saking ramainya pengunjung kala itu. tetapi kaki dengkul dan juga bahu tidak bisa diajak kompromi mereka juga tidak bisa berbohong kaki yang sudah mulai lecet dengkul yang sudah mulai gemetar dan juga bahu yang sudah mulai pegal-pegal akhirnya kita pun beristirahat di pos 3.
tanpa berlama-lama dari Pos 3 kita langsung menuju ke pos 4 perjalanan disini Kun lumayan melelahkan karena dari Pos 2 sampai pos 4 itu kita tidak mendapatkan bonus sama sekali hanya bisa melihat pohon-pohon besar ranting-ranting besar dan juga para pengunjung yang kala itu sangat ramai sekali. tetapi untungnya di sana pun masih banyak orang yang berjualan makanan ataupun minuman. dan itu juga pemicu kita agar Setia orang dagang pasti ada aja yang teriak “ntar dulu mau beli air” dan dalam Mak duduk lagi, ngobrol lag,. Ngasoh lagi dan buang-buang waktu lagi.
Akhirnya salah satu dari teman kita pun ada yang berbicara bahwa kelas 4 itu dikit lagi sampai dan tanpa basa-basi pun kita langsung bergegas menuju pos 4. dan benar teman kita pun tidak berbohong Baru Jalan beberapa menit sudah kelihatan pos 4 di depan mata kita karena saking lamanya Kita nongkrong di pos bayangan sebelumnya di pos 4 pun kita tidak beristirahat dan langsung jalan lagi ke kelas 5 yaitu alun-alun Surya Kencana.
di sini pun teman-teman kita sudah merasakan kecapean dan kita juga bener-bener ngepush waktu yang harusnya kita sampai Ai di pos 5 itu jam jam 4 atau 5 sore tapi kita sudah sampai di sana jam 3 sore Wow hebat ya hehehe. tapi dari pos 4 ke pos 5 itu benar-benar jauh tidak ada bonus pula benar-benar sabar. akhirnya mulut saya pun tidak bisa dikontrol dan sering mengucapkan kalimat capek pegel aduh yang sebenarnya kalimat-kalimat tersebut tuh jangan pernah diucapkan. karena bisa membuat kalian patah semangat untuk terus melanjutkan kan sampai ke pos berikutnya. Akhirnya saya pun bertanya kepada orang yang sedang turun saya bertanya “ Mas surken masih jauh ya Mas?” dan ternyata orang itu menjawab apa? “ itu lho Mas di depan sudah shuriken” Wah saya benar-benar kaget bersama teman saya ya saya pun langsung lari dan benar saja Kita sudah sampai di alun-alun Surya Kencana.
benar-benar tempat yang sangat indah terbentang tanah hingga 2 km dan juga pada saat musim kemarau Bunga Edelweis pun tidak mekar dan tanahnya pun menjadi di Orange tetapi langit tidak bisa bohong sangat cerah sekali di atas. dan tanpa basa-basi pun kami dan teman-teman langsung menggarap tenda dan langsung beristirahat sejenak.
mau tahu cerita selanjutnya sampai kita muncak dan juga turun ikuti terus ya teman-teman postingan kami selanjutnya hiyahiyahiya.


Komentar
Posting Komentar